Wednesday, 18 September 2013

Kumpulan Hadis Wanita Part 2

Masih melanjutkan yang sebelumnya.

Rasulullah SAW bersabda :
"Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan
kain kudung hinggga menutupi dada mereka"
(QS. An-Nur : 31)

Rasulullah SAW bersabda :
"Rasulullah melaknat perempuan yang mengikir
gigi atau meminta supaya di kikir giginya."
(HR. At-Thabrani)

Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya kepala yang di tusuk dengan besi
itu lebih baik dari pada menyentuh kaum yang 
bukan sejenis yang tidak halal baginya,"
(HR. At-Thabrani & Baihaqi)

Rasulullah SAW bersabda :
"Dan katakanlah kepada perempuan mukmin
hendaklah mereka menundukan sebagian dari pandangannya."
(QS. An-Nur : 31)

Rasulullah SAW bersabda :
"Barang siapa memakai pakaian yang
berlebih-lebihan, maka allah akan memberikan pakaian
kehinaan dihari akhir nanti"
(HR. Abu Daud)

Rasulullah SAW bersaabda :
"Wahai Anakku Fatimah !
adapun perempuan-perempuan yang akan di gantung
rambutnya hingga mendidih dalam neraka adalah mereka
itu di dunia tidak mau menutup
rambutnya dari pada dilihat laki-laki yang bukan
makhramnya."
(HR. Bukhari & Muslim)

Dari hamzah bin Abi Usaid Al-Anshari,
dari bapaknya, bahwa ia telah mendengar
Rasulullah SAW bersabda kepada para wanita
(saat itu beliau sambil keluar masjid, dan terlihat
laki-laki dan wanita berbaur di jalan) :

"Minggirlah kalian, karena tidak layak 
bagi kalian untuk berjalan di tengah.
Kalian harus berjalan di pinggir." 
Sejak saat itu ketika para wanita berjalan keluar
mereka berjalandi tepi tembok. 
Bahkan baju-baju mereka sampai tertambat
di tembok, karena begitu dekatnya mereka
dengan tembok ketika berjalan.
(HR. Abu Daud ; Hasan)

Dari 'Uqbah bin 'Amir r.a, bahwa Rasulullah SAW :
"Berhati-hatilah dari menemui wanita."
Lalu berkata salah seorang dari Anshar :
"Wahai Rasulullha, bagaimana dengan saudara dari suami"
Beliah bersabda :
"Saudara suami adalah kematian."

Dari ('Abdullah) Bin 'Umar r.a berkata
: Rasulullah SAW bersabda :
"Janganlah kalian melarang wanita-wanita\
 kalian dari masjid-masjid,akan tetapi 
rumah-rumah mereka adalah lebih baik untuk mereka."
(HR. Abu Daud dan Ibnu Khuzaimah ; SHAHIH).

Dari 'Abdillah bin Mas'ud r.a, dari Nabi SAW,
Beliau bersabda :
"Sesungguhnya Wanita adalah aurat.
sehingga ketika ia keluar rumah, ia akan di
sambut oleh syaithan. Dan kondisi yang akan
lebih mendekatkan dirinya dengan Rabbnya adalah
ketika ia berada di rumahnya."
(HR. Ibnu Khuzaimah ; Shahih)

Rasulullah SAW bersabda :
"Akan ada di akhir umatku kaum lelaki
yang menunggang pelana seperti layaknya kaum lelaki,
mereka turun di depan pintu-pintu masjid, wanita-wanita 
mereka berpakaian (tetapi) telanjang, di atas kepala mereka
(terdapat sesuatu) seperti punuk onta yang lemah
gemulai. Laknatlah mereka! sesungguhnya
mereka adalah wanita terlaknat."
(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (2/233)

Dari Abu Sai'd, Rasulullah SAW bersabda :
"Bukankah bila si wanita haid ia tidak shalat
dan tidak pula puasa? itulah
kekurangan agama si wanita."
(Muttafaqun'alaih, HR Bukhari no. 1951 dan Muslim no. 79)

Dari Mu'adzah, ia berrkata bahwa ada seorang
wanita yang berkata kepada 'Aisyah', " Apakah kami perlu 
mengqodho' shalat kami ketika suci ?:
'Aisyah menjawab, "Apakah engkau seorang
Haruri ? Dahulu kami mengalami haid di masa Nabi
SAW masih hidup, namun beliau tidak memerintahkan
kami untuk mengqodho'nya,." Atau 'Aisyah berkata "Kami
pun tidak mengqodho'nya."
(HR. Bukhari no. 321)

Dalam hadist Mu'adzah, ia pernah bertanya
pada Aisyah r.a,
"Kenapa gerangan wanita yang haid 
mengqadha' puasa dan tidak mengqadha' shalat ?"

Maka Aisyah menjawab, 
"Apakah kamu dari golongan Haruriyah?"
Aku menjawab, " Aku bukan Haruriyah
akan tetapi akau hanya bertanya."

Dia menjawab,"Kami dahhulu juga mengalami haid,
maka kami di perintahkan untuk mengqadha'
puasa dan tidak diperintahkan untuk
mengqadha shalat."
(HR. Muslim no.  335)

Imam Nawawi rahimahullah berkata,
"Kaum muslimin sepakat akan haramnya
menyetubuhi wanita haid berdasakan ayat Al-quran 
dan hadist-hadist yang shahih."
(Al Majmu', 2:359)

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
"Menyetubuhi wanita nifas adalah sebagaimana 
wanita haid yaitu haram berdasarkan kesepakatan para ulama."
(Majmu' Al Fatawa, 21: 624)

Allah Ta'ala berfirman :
"Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauh diri dari
(hubungan intim dengan) wanita di waktu haid."
QS. Al-Baarah : 222

Imam Nawawi berkata,
"Mahidh dalam ayat bisa bermakna darah
haid, ada pula yang mengatakan waktu haid
dan juga ada yang berkata tempat
keluarnya haid yaitu kemaluan.
Dan menurut Ulama Sayfi'iyah,
Maksud mahidh adalah darah haid."
(Al-Majmu' ,2 : 343)

Dalam Riwayat yang muttafaqun'alaih disebutkan,
Dari Aisyah, ia berkata bahwa diantara
istri-istri Nabi SAW ada yang mengalami haid.
Rasulullah SAW ingin bercumbu dengannya. Lantas
beliau memerintahkannya untuk memakai sarung agar
menutupi tempat memancarnya darah Haid, kemudian
beliau tetap mencumbunya (di atas sarung). Aisyah berkata,

"Adakah di antara kalian yang  bisa
menahan hasratnya (untuk berjima')
sebagaimana Nabi SAW menahannya ?"
(HR. Bukhari no. 302 dan Muslim 293)

Imam Namawi menyebutkan judul bab dari hadist
di atas, "Bab mencumbu wanita haid di atas sarungnya."
Artinya di selain tempat keluarnya darah haid atau selain kemaluaanya.

Ketika 'Aisyah Haid saat Haji,
Nabi SAW bersabda padanya :
"Lakukanlah segala sesuatu yang di lakukan
orang yang berhaji selain dari melakukan
 thawaf di kabah hingga engkau suci."
(HR. Muslim Bukhari no. 305 dan Muslim no. 1211)

Rasulullah SAW bersabda :
"Aku tidak melihat orang-orang yang kurang
akal dan kurang agama yang lebih  bisa
menghilangkan akal laki-laki yang teguh dari pada
salah seorang di antara kalin (para wanita)."
(HR. Al-Bukhari no. 304 dan Muslim no.80)

Rasulullah SAW bersabda :
"Jangalah kalian menikahi wanita karena kecantikannya,
bisa jadi kecantikannya itu merusak mereka.
Janganlah menikahi mereka karena harta-harta mereka,
bisa jadi harta-harta merekaitu membuat mereka sesat.
Akan tetapi nikahilah mereka berdasarkan agamanya.
Seorang budak wanita berkulit hitam yang telinganya 
sobek tetapi memiliki agama adalah lebih utama."
(HR. Muslim)

Rasulullah SAW bersabda :
"Maukah aku beritahukan kepadamu
tetang sebaik-baik harta pusaka seseorang ?
Yaitu wanita shalehah yang menyenangkan jika
dipandang, yang taat padanya jika di suruh, 
yang bisa menjaganyajika ditinggal pergi."
(HR. Abu Daud dan Al-Haim dari Umar r.a)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah :
"Wanita yang bagaimana yang paling baik ?"
Beliau menjawab :"Jika ia di pandang selalu menyanangkan,
jika di perintah taat, dan tidak menyelisihinya terhadap
perkara yang ia benci bila terjadi pada dirinya (Istri)
atau hartanya (Suami)."

Rasulullah SAW bersabda :
"Aku melihat kedalam Surga maka aku lihat
kebanyakan penduduknya adalahfuqara (orang-orang fakirr)
dan aku melihat ke dalam neraka maka aku
menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita."
(HR. Bukhari, no.3069 dan Muslim no. 7114, dari
 Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya)

Rasulullah SAW bersabda :
"Aku berdiri di depan pintu syurga, lalu
(kulihat) kebanyakan orang yang masuk kedalamnya
adalah orang-orang miskin, dan orang-orang
yang kaya di tahan kecuali penghuni neraka
mereka di suruh untuk masuk ke,neraka, dan aku
berdiri di depan pintu neraka maka (kulihat) kebanyakan
yang masuk kedalanya adalah wanita."
(HR. Muslim, no. 7113)

Rasulullah SAW berssabda :
"Sesungguhnya penduduk surga yang paling sedikit adalah wanita."

RAsulullah SAW bersabda :
"Wanita mana saja yang meminta cerai pada suaminya
tanpa sebab (yang syar'i) maka haram baginya wangi surga."
(HR. Abu Das, no. 2228, dan Ibnu Majah, no. 2055)
Di shohihkanoleh Syekh Al Bani dalam 
Shohih sunan Abu Daud" (no. 1928)

Rasulullah SAW bersabda :
"Apa bila suami mengajak istri keranjang (untuk jima')
lalu ia tidak memenuhi maka ia di laknat oleh para
malaikat sapai subuh."

Dalam riwayat : "Lalu ia tidur malam sedang
suaminya murka maka para malaikat
akan melaknatnya sampai subuh."

Dalam riwayat lain : "Apabila istri di waktu malam
meninggalkan ranjang suaminya, ia enggan mendatanginya,
maka yang di langit (Allah) akan murka kepadanya
sampai ia minta keridhaan suaminya."

Rasulullah SAW bersabda :
"Tidak boleh bagi perempuan yang beriman
dengan allah dan hari akhirat berpuasa (sunat)
sedang suaminya bersamnya kecuali dengan izinnya,
dan tidak mengizinkan (seorangpun)
kedalam rumahnya kecuali dengan izinnya."

Rasulullah SAW bersabda :
"Bershadaqahlah kalian! Karena kebanyakan kalian
adalah kayu bakarnya Jahanam!"
Maka berdirilah seorang wanita yang duduk di antara
wanita-wanita lainnya yang berubah kehitaman
kedua pipinya, ia pun bertanya :
"Mengapa demikian, wahai Rasulullah ?" 
Beliau menjawab : "Karena kalin banyak mengeluh 
dan kalian kufur terhadap suami."
(HR. Bukhari)


Semoga semua ini bisa membuat kita menjadi seseorang yang lebih baik lagi, Amin

Wassalammualaikum WR. WB.

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih atas komentar anda,
Bila ingin Copas harap cantumkan
Link sumber !

Popular Posts

Subscribe Here

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.